Pengrajin Rotan Bertahan Ditengah Pandemi Covid-19
(beberapa hasil kerajinan dari rotan)
TENGGARONG, Kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir berdampak
terhadap para pengrajin di Kukar, salah satunya adalah pengrajin rotan yang
berada di Loa Gagak Kecamatan Loa Kulu-Kutai Kartanegara.
“Dampak Covid-19 sangat
terasa, omset kita mengalami penurunan,” kata Semon Sesah, pengrajin Rotan Loa
Gagak kepada Poskotakaltimnews, Minggu (t6/9/2020).
Bahan dasar rotan dapat
menghasilkan berbagai kerajinan produk, seperti meja, kursi, dan lainnya,
dengan harga paling rendah adalah Rp35 ribu sampai Rp2,5 juta, harga itu
bergantung pada kerumitan pembuatannya.
“Dalam sehari saya bisa menghasilkan 7 sampai
10 kerajinan yang terbuat dari rotan,dan
semua bisa terjual, sedangkan ditengah pandemi COVID-19 yang bisa
terjual hanya 5 kerajinan dalam seminggu itupun sangat sulit,jadi dalam
seminggu yang saya dapatkan hanya RP. 150.000 – Rp. 200.000” . katanya.
Ia juga mengaku bahwa
meski kondisi Covid-19 namun usahanya tetap bertahan. Saat ini kendala selain
bahan baku yakni masalah permodalan.”Kita sempat mengajukan permohonan ke
kantor Desa Loa Kulu, dan akan memberi bantuan mesin pemoton rotan, namun belum
direaliasikan,” tandasnya.(*kik/poskotakaltimnews.com)